Subhanallah, Bapak Ini Mengajarkan Kepada Kita Arti Kejujuran dan Ukhuwah Islamiyah

Kisah Nyata ini dituliskan oleh saudara kita Mas Gatot Ponco dalam akun Facebooknya.

ALLAHU AKBAR....
Hari ini saya membuktikan bahwa masih banyak orang memiliki hati yang luar biasa....

Hari selasa yg lalu tanggal 29 Desember 2015 saya dan istri perjalanan naik sepeda motor dari Kota Malang ke Ponorogo melalui Kab Blitar...

Saat diperjalanan kami berhenti sejenak di daerah Wlingi Blitar untuk shalat dhuhur... selesai shalat kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai Ponorogo...


Saat di Ponorogo saya baru sadar jika Hp saya tidak ada di saku ataupun di dalam tas... maka saat itu juga memakai HP istri saya coba hubungi No Hp saya...

Subhanallah... terdengar suara bapak-bapak yang tenang dan bilang jika HP Beliau temukan di teras masjid wlingi dan sekarang sedang beliau simpankan...(padahal banyak orang jika dalam kondisi seperti itu akan segera mematikan Hp tersebut atau membuang kartunya dan memakai Hp nya)

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau dan mengijinkan Hp tersebut diambil beberapa hari lagi oleh teman saya sesama konselor Ibu Shanti Widyawati yg rumahnya di Blitar tetapi kebetulan hari tersebut ada di bondowoso..

Tetapi Beliau langsung menjawab... “tidak usah pak... saya yakin bapak sangat membutuhkan Hp ini terutama nama-nama kontaknya... biar besok saya paketkan.. Insya Allah beberapa hari sampai di Ponorogo... minta tolong dituliskan alamatnya...”

Masya Allah... mulia sekali Beliau... dan saya berkeinginan nanti saya akan mengucapkan dan memberi tanda terima kasih kepada Beliau memakai alamat pengirim...

Esoknya beliau SMS ke no Hp istri menyapaikan Hp sudah terpaketkan dengan jasa pengiriman JNE jam 13.00... dan mungkin karena Beliau takut saya khawatir Beliau berkata lagi Insya Allah beberapa hari lagi paketan akan sampai di Ponorogo...

Dan hari ini.... Paketan HP itu benar-benar sampai di saya... dan.... Subhanallah, tanpa nama dan hanya tertulis
“Saudaramu Di Blitar”

Ya Allah... inikah arti ukhuwah islamiyah..??
Begitu mulianya beliau... bahkan sesaat kemudian saya telp beliau mengucapkan terima kasih dan menanyakan alamat... Beliaupun enggan memberikan alamat bahkan nama...

Bapak yang baik.... dimanapun berada, terima kasih... semoga Allah Subhanahu Wa Ta'Ala memberikan keberkahan umur kepada Bapak dan keluarga...
Memberikan keberkahan kesehatan kepada Bapak dan keluarga...
Memberikan keberkahan rejeki kepada Bapak dan keluarga...

Saya yakin... kata-kata terima kasih tidak Bapak harapkan.. termasuk shere saya di FB...

Tapi saya hanya ingin berbagi... masih banyak orang baik di sekitar kita... dan kitapun punya kesempatan belajar mencontoh keihlasan Bapak menjadi orang baik ! Insya Allah...

___________

Subhanallah, kisah diatas sudah selayaknya menjadi inspirasi bagi kita semua umat Islam. Ditengah semakin merosotnya akhlaq, hilangnya nilai2 kejujuran, dan rapuhnya ukhuwah islamiyah, ternyata Allah masih menyisakan orang-orang baik seperti Bapak ini supaya menjadi teladan bagi kita semua.

Kisah yang mengandung pelajaran tentang kejujuran dan keikhlasan dari seorang hamba Allah, yang juga mengajarkan kepada kita semua tentang arti sebuah persaudaraan dan esensi ukhuwah islamiyah yang sesungguhnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ



“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, dia tidak mendzhaliminya dan tidak pula memasrahkannya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi hajatnya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar dari kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita, bagaimana nikmatnya ukhuwah islamiyah, mencintai saudara karena Allah, takut karena Allah, dan mengharap sesuatu hanya karena Allah...